Showing posts with label hidup sehat. Show all posts
Showing posts with label hidup sehat. Show all posts

Friday, January 11, 2013

Penyakit Tuberculosis dan Gejalanya

Penyakit Tuberculosis dan Gejalanya

Saat ini banyak sekali orang meninggal karena mengidap penyakit paru-paru. Agar tubuh senantiasa sehat, sebaiknya Anda mengenali 12 penyakit paru-paru.

Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan batuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 di dalam darah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.

Berikut 12 penyakit yang terdapat pada paru-paru paparan Steve Parker dalam buku “Ensiklopedia Tubuh Manusia”.

Penyakit Tuberculosis (TB)

Tuberkulosis atau disingkat TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang menyerang jaringan paru-paru.

Penyebab:

Penyebab seseorang mengidap TB adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar orang memiliki mikroba TB di dalam tubuhnya, tapi mikroba ini hanya menyebabkan penyakit di beberapa orang saja, biasanya jika imunitas atau kekebalan tubuh orang itu menurun.

Gejala:

Gejalanya meliputi demam dan batuk terus-menerus, nafsu makan menurun, dan tubuh yang melemah.

Pengobatan:
Antibiotik yang diminum telah dapat menyembuhkan TB, tapi jumlah penderita penyakit ini terus meningkat sejak 1980-an. Hal ini sebagian disebabkan oleh timbulnya jenis bakteri baru yang kebal terhadap antibiotik dan sebagian juga akibat penyebaran HIV/AIDS yang menurunkan kekebalan seseorang.

Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah penyakit yang terdapat di selaput paru atau yang disebut pleura.

Penyebab:

Pneumotoraks terjadi jika satu atau kedua membran pleura tertembus dan udara masuk ke dalam rongga pleura menyebabkan paru-paru mengempis. Membran pleura dipisahkan oleh lapisan cairan pleura sangat tipis yang melumasi gerakan mereka. Keseimbangan tekanan antara dinding dada, lapisan pleura, dan jaringan paru-paru memungkinkan paru-paru "terisap" ke dalam dinding dada.

Pada pneumotoraks, udara masuk ke dalam rongga pleura. Keseimbangan tekanan pun berubah dan paru-paru mengempis. Jika lebih banyak udara yang masuk ke dalam rongga tapi tidak dapat keluar, tekanan di sekitar paru-paru semakin tinggi yang dapat mengancam jiwa.

Pneumotoraks spontan dapat terjadi akibat pecahnya alveolus yang membesar secara abnormal di permukaan paru-paru atau akibat kondisi paru-paru, seperti asma. Penyebab lain adalah patah tulang rusuk dan luka dada.

Gejala:

Terjadinya penumotoraks memicu dada sesak, nyeri, dan sesak napas. 

Asma

Asma adalah penyakit radang paru-paru yang menimbulkan serangan sesak napas dan mengi yang berulang. Asma merupakan salah satu kelainan paru-paru paling banyak dan bervariasi, menyerang satu dari empat anak di beberapa daerah.

Otot dinding saluran udara berkontraksi seperti kejang, menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga terjadi serangan sesak napas. Penyempitan diperburuk oleh sekresi lendir yang berlebihan.

Sebagian besar kasus terjadi di masa kanak-kanak dan biasanya berkaitan dengan penyakit yang didasari oleh alergi seperti eksema dan keduanya mempunyai faktor penyakit turunan.

Penyebab:

Asma disebabkan penyempitan saluran udara di dalam paru-paru. Pada sebagian besar anak, pemicu serangan adalah reaksi alergi terhadap benda asing, atau alergen, yang dapat berupa partikel kecil terhirup, seperti polen, jamur dari kotoran tungau debu rumah, dan partikel-partikel dari rambut atau bulu hewan. Kasus lain disebabkan oleh alergi makanan atau minuman, obat tertentu, stres, infeksi saluran napas, dan aktivitas berat dalam cuaca dingin.

Gejala:

Serangan asma pada setiap orang berbeda-beda kondisinya. Beberapa orang mengalami serangan ringan yang jarang, ada yang cenderung menderita sesak napas berat yang mengancam jiwa dan beberapa penderita lain mendapat serangan yang bervariasi dan tak terduga setiap hari.
(tty)

sumber : healt.okezone.com

Penyakit Tuberculosis dapat disembuhkan dengan menggunakan susu kuda. Mengapa susu kuda? Yuk kita bahas disini


Penyakit Tuberculosis Cara Mencegahnya

Penyakit Tuberculosis Cara Mencegahnya

 


Penyakit TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Meskipun untuk penderita tuberkulosis pulmoner yang sedang menjalani pengobatan sebenarnya tidak perlu diisolasi lebih dari beberapa hari. Karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan.

Penderita biasanya tidak lagi dapat menularkan penyakitnya setalah menjalani pengobatan selama 10-14 hari. Kecuali jika penderita mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur, maka ia perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya.

Salah satu penularan yang sering terjadi dari penyakit ini biasanya melalui udara yang tercemar oleh kuman TBC dari penderita TBC saat batuk. Kemudian, bakteri ini masuk ke dalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak. Selain itu, TBC ini dapat juga menular ke organ lain. Seperti kulit, ginjal, kalenjar getah bening, tulang, dan usus.

Itulah sebabnya kita harus pandai-pandai mengatasinya sebelum penyakit ini menyerang tubuh kita. Tapi, bagaimana cara mengatasi TBC?

Berikut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Antara lain:

Pertama, biasakan hidup bersih sejak dini. Misalnya seperti mencuci tangan sebelum makan dan minum.

Kedua, konsumsilah makanan yang cukup gizi. Jangan mengkonsumsi makanan yang hanya akan membuat tubuh kita mnejadi sumber penyakit. Seperti junk food.

Ketiga, hindari lingkungan yang kumuh dan lembab. Karena tempat ini biasanya menjadi sarang penyakit atau bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit.

Ke-empat, gunakan sinar ultraviolet pembasmi bakteri jika Anda sedang berada di rumah sakit. Yaitu dengan duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya di rumah sakit, ruang tunggu gawat darurat). Karena sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat di dalam udara.

Kelima, gunakan isoniazid untuk orang-orang dengan resiko tinggi tuberculosis. Misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkulin positif, tetapi hasil rontgen tidak menunjukkan adanya penyakit. Dalam hal ini, isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.

Ke-enam, gunakan vaksin BCG untuk mencegah infeksi oleh M. tuberculosis.
Nah, itu tadi adalah beberapa hal tentang cara mencegah TBC

Sumber: id.shvoong.com



Anda mengalami penyakit TBC ? untuk pengobatannya klik disini

Penyakit Tuberculosis

Penyakit Tuberculosis

Penyakit Tiberculosis (TB) Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian semua pihak dalam penanggulangannya. Penyakit TB Paru merupakan penyebab kematian nomor tiga terbesar di Indonesia, serta banyak diderita oleh klompok usia produktif kerja dan golongan ekonomi lemah.
Penyakit TB Paru adalah penyakit menular, terdapat dimana-mana, dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyebab penyakit TB paru adalah kuman / basil Mycobacterium tuberculosis yang sangat kecil hanya dapat dilihat dengan alat microscope. Sifat kuman TB di luar tubuh manusia ditempat-tempat yang lembab dapat hidup bertahun-tahun lamanya. Tetapi akan cepat mati bila terkena sinar matahari, terkena panas api atau air mendidih, terkena sabun, lisol, karbol atau sejenisnya.

Gejala atau tanda-tanda Penyakit TB Paru meliputi : batuk lama / terus menerus lebih dari 3 minggu (tanda yang utama); batuk berdahak atau batuk dengan dahak bercampur darah; nafas terasa sesak; nyeri atau sakit dada; panas atau suhu badan naik; nafsu makan turun dan berat badan turun.

Penularan penyakit TB Paru dapat secara langsung, pada saat penderita batuk atau bersin akan tersembur percikan/droplet terhisap kedalam paru orang lain disekitarnya; dapat secara tidak langsung, dimana penderita batuk dan membuang dahak ditempat yang lembab, dahak yang mengandung basil/kuman itu mengering dan diterbangkan angin kemana-mana, kemudian terhisap oleh orang lain.
Pencegahan terhadap penularan penyakit TB Paru dapat dilakukan dengan beberapa cara :

1.    Immunisasi BCG sejak bayi baru lahir, dapat diperoleh di puskesmas, posyandu, bidan / dokter praktek swasta.
2.    Menutup mulut dan hidung pada waktu batuk atau bersin.
3.    Tidak membuang dahak disembarang tempat, sebaiknya ditempat tertentu, seperti tempolong atau kaleng yang diisi dengan sabun, lisol atau karbol.
4.    Usahakan sinar matahari dan udara segar bisa masuk secukupnya kedalam kamar tidur.
5.    Jemur kasur dan bantal terutama pagi hari.
6.    Penderita yang sedang menjalani pengobatan harus dengan tekun dan teratur supaya tidak menularkan kuman penyakit lagi.

Pengobatan TB Paru dengan obat OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang dikemas dalam suatu obat paket program yang terdiri dari : Rifampicin, INH, Pyrazynamid dan Etahambutol, dengan atau tanpa Streptomicin. Diberikan secara gratis di puskesmas atau fasilitas pelayanan yang ditunjuk.
Penyakit TB Paru dapat disembuhkan dengan pengobatan secara teratur (tidak boleh putus) dan lengkap selama 6 (enam) bulan.

Susu Kuda Membantu Pasien TBC dan Kanker


Menurut detikHealth.com, berdasarkan beberapa penelitian, susu kuda mengandung banyak manfaat terutama bagi pasien tuberkulosis (TB atau TBC) dan pasien kanker. Para ilmuwan di Kazakhstan berencana mengembangkan serangkaian produk berbasis susu kuda. Minuman tradisional yang berasal dari negara Asia Tengah ini dinilai dapat membantu menenangkan orang yang menderita tuberkulosis.

Profesor Yuri Sinyasky dari Kazakh National Nutrition Academy mengungkapkan, bahkan susu kuda mengandung nutrisi penting yang juga dapat membantu penderita kanker pulih dari kemoterapi. “Susu kuda memiliki sifat perangsang yang tinggi dan meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga dapat digunakan sebagai dasar produk ini,” ujar Prof Yuri Sinyasky, seperti dikutip Indian Express, Selasa (10/4/2012).

Di Kazakhstan dan negara-negara tetangganya yang tradisional nomaden seperti: Kirgistan, Mongolia dan Turkmenistan.kuda memang memainkan peran sentral dalam kebudayaan nasional. Meminum susu kuda sudah menjadi hal lumrah seperti masyarakat Pulau Sumbawa. Komis (koumiss) atau fermentasi susu kuda adalah minuman tradisional yang popular. Begitu pun dendeng daging kuda sudah secara luas menajdi santapan.

Menurut Prof Sinyasky, resep pasta dan produk cair dengan bahan dasar susu kuda akan dikembangkan pada akhir tahun 2012 ini. Diharapkan dalam tiga tahun ke depan akan menghasilkan produk baru. “Produk-produk khusus akan digunakan untuk mendukung terapi medis utama yang digunakan pada pasien,” katanya.

sumber : puskesmasdwn1dotwordpressdotcom dan www.susukuda.com

Popular Posts

Featured Post

Penyakit Tuberculosis dan Gejalanya

Penyakit Tuberculosis dan Gejalanya Saat ini banyak sekali orang meninggal karena mengidap penyakit paru-paru. Agar tubuh senantiasa seha...