Penyakit Tuberculosis
Penyakit Tiberculosis (TB) Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian semua pihak dalam penanggulangannya. Penyakit TB Paru merupakan penyebab kematian nomor tiga terbesar di Indonesia, serta banyak diderita oleh klompok usia produktif kerja dan golongan ekonomi lemah.Penyakit TB Paru adalah penyakit menular, terdapat dimana-mana, dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyebab penyakit TB paru adalah kuman / basil Mycobacterium tuberculosis yang sangat kecil hanya dapat dilihat dengan alat microscope. Sifat kuman TB di luar tubuh manusia ditempat-tempat yang lembab dapat hidup bertahun-tahun lamanya. Tetapi akan cepat mati bila terkena sinar matahari, terkena panas api atau air mendidih, terkena sabun, lisol, karbol atau sejenisnya.
Gejala atau tanda-tanda Penyakit TB Paru meliputi : batuk lama / terus menerus lebih dari 3 minggu (tanda yang utama); batuk berdahak atau batuk dengan dahak bercampur darah; nafas terasa sesak; nyeri atau sakit dada; panas atau suhu badan naik; nafsu makan turun dan berat badan turun.
Penularan penyakit TB Paru dapat secara langsung, pada saat penderita batuk atau bersin akan tersembur percikan/droplet terhisap kedalam paru orang lain disekitarnya; dapat secara tidak langsung, dimana penderita batuk dan membuang dahak ditempat yang lembab, dahak yang mengandung basil/kuman itu mengering dan diterbangkan angin kemana-mana, kemudian terhisap oleh orang lain.
Pencegahan terhadap penularan penyakit TB Paru dapat dilakukan dengan beberapa cara :
1. Immunisasi BCG sejak bayi baru lahir, dapat diperoleh di puskesmas, posyandu, bidan / dokter praktek swasta.
2. Menutup mulut dan hidung pada waktu batuk atau bersin.
3. Tidak membuang dahak disembarang tempat, sebaiknya ditempat tertentu, seperti tempolong atau kaleng yang diisi dengan sabun, lisol atau karbol.
4. Usahakan sinar matahari dan udara segar bisa masuk secukupnya kedalam kamar tidur.
5. Jemur kasur dan bantal terutama pagi hari.
6. Penderita yang sedang menjalani pengobatan harus dengan tekun dan teratur supaya tidak menularkan kuman penyakit lagi.
Pengobatan TB Paru dengan obat OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang dikemas dalam suatu obat paket program yang terdiri dari : Rifampicin, INH, Pyrazynamid dan Etahambutol, dengan atau tanpa Streptomicin. Diberikan secara gratis di puskesmas atau fasilitas pelayanan yang ditunjuk.
Penyakit TB Paru dapat disembuhkan dengan pengobatan secara teratur (tidak boleh putus) dan lengkap selama 6 (enam) bulan.
Susu Kuda Membantu Pasien TBC dan Kanker
Menurut detikHealth.com, berdasarkan beberapa penelitian, susu kuda mengandung banyak manfaat terutama bagi pasien tuberkulosis (TB atau TBC) dan pasien kanker. Para ilmuwan di Kazakhstan berencana mengembangkan serangkaian produk berbasis susu kuda. Minuman tradisional yang berasal dari negara Asia Tengah ini dinilai dapat membantu menenangkan orang yang menderita tuberkulosis.
Profesor Yuri Sinyasky dari Kazakh National Nutrition Academy mengungkapkan, bahkan susu kuda mengandung nutrisi penting yang juga dapat membantu penderita kanker pulih dari kemoterapi. “Susu kuda memiliki sifat perangsang yang tinggi dan meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga dapat digunakan sebagai dasar produk ini,” ujar Prof Yuri Sinyasky, seperti dikutip Indian Express, Selasa (10/4/2012).
Di Kazakhstan dan negara-negara tetangganya yang tradisional nomaden seperti: Kirgistan, Mongolia dan Turkmenistan.kuda memang memainkan peran sentral dalam kebudayaan nasional. Meminum susu kuda sudah menjadi hal lumrah seperti masyarakat Pulau Sumbawa. Komis (koumiss) atau fermentasi susu kuda adalah minuman tradisional yang popular. Begitu pun dendeng daging kuda sudah secara luas menajdi santapan.
Menurut Prof Sinyasky, resep pasta dan produk cair dengan bahan dasar susu kuda akan dikembangkan pada akhir tahun 2012 ini. Diharapkan dalam tiga tahun ke depan akan menghasilkan produk baru. “Produk-produk khusus akan digunakan untuk mendukung terapi medis utama yang digunakan pada pasien,” katanya.
sumber : puskesmasdwn1dotwordpressdotcom dan www.susukuda.com


No comments:
Post a Comment